Part 13 : Sekapur Sirih Resep Kedua, Money Game Ayoarisan.com

Money Game Ayoarisan.com

Aku memulai perjalanan dalam dunia “money game” ketika aku masih bekerja di warnet Prima Net. Ada seorang pelanggan bernama Era yang sering online di sana hampir setiap hari. Aku perhatikan, gaya hidup Era semakin mewah dari hari ke hari.

Yang biasanya hanya berjalan kaki, kini sudah naik sepeda dan semakin lama tampak semakin makmur. Aku penasaran dengan perubahan tersebut dan mencoba mencari tahu apa yang membuatnya demikian.

Setelah aku telusuri, ternyata Era adalah seorang programmer yang mengelola bisnis MLM (Multi Level Marketing) melalui warnet kami. Bisnisnya bernama infosukses.com dan dari situ Era mendapatkan banyak keuntungan yang mengubah hidupnya.

Sementara itu, aku yang sering ikut MLM malah selalu merugi. “Saya ikut MLM kok kalah-kalah terus, rugi-rugi terus ikut money game, ternyata dia yang punya sistemnya,” gumamku.

Ternyata benar, Era adalah programmer sekaligus admin dari money game yang sering aku ikuti. Dia mengelola sistem otomatis yang membuatnya mendapatkan keuntungan besar.

Aku berpikir, cara ini bagus untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk meniru apa yang dilakukan Era, namun ada masalah—aku tidak menguasai pemrograman.

Aku kemudian teringat teman lama dari STM Telkom yang jago programmer, namanya Adi Wahyu Widodo atau AW. Dia sedang kuliah di Universitas Brawijaya (UB).

Aku menemui AW dan menceritakan ideku tentang money game. Awalnya, AW tidak mau, tapi aku terus membujuknya hingga akhirnya dia setuju.”Mungkin dia bosan karena saya ngotot terus, akhirnya dia bilang: ya sudah saya buatin,” kenangku.

AW mulai membuatkan money game untukku. Semua konsepnya aku yang menata, sedangkan AW hanya membuat programnya saja.

Proyek itu membutuhkan waktu cukup lama karena AW tidak memprioritaskannya. Aku pun berinisiatif untuk mendampingi AW selama pembuatan program tersebut agar segera selesai. Aku rela datang ke rumah AW di Tumpang, Kabupaten Malang, yang terbilang jauh dan terkenal banyak begal.

Aku berangkat ke rumah AW pukul 4 sore, biasanya bersama AW dari Kota Malang. Di malam hari, aku mendesak AW agar segera mengerjakan program money game itu.

Aku sering pulang larut malam, sekitar pukul 12 malam, yang berbahaya karena banyak begal di jalanan Tumpang. Untuk menghindari bahaya, aku menunggu ada motor lewat dan ikut di belakangnya seperti ada temannya pulang bersama.

Perjuanganku akhirnya membuahkan hasil, money game selesai dan diberi nama Ayoarisan.com. Sebagai bayarannya, AW bisa internet gratis di Prima Net.

Program itu diunggah dan dipromosikan melalui iklan di website. Tak lama kemudian, ada peserta yang ikut money game. Uang pertama yang kudapat dari program itu, kugunakan untuk mengikat AW agar tetap mau berkolaborasi dengan membelikannya laptop dan flashdisk.

AW merasa nyaman bermitra denganku. Konsep bisnis ini membuat orang lain untung terlebih dahulu baru kemudian untung untuk diri sendiri. Karena, jika mitra di awal sudah rugi maka tentu kolaborasi tidak akan pernah terjadi.

Setelah money game berjalan beberapa lama, aku mendapatkan banyak peserta dan berhasil menjual banyak e-book, terutama e-book cara menjadi kaya melalui Ayoarisan.com. Harga buku tersebut sekitar Rp100 ribuan, dengan pembagian Rp25 ribu untuk admin yang ku kelola, Rp25 ribu untuk klien, dan Rp50 ribu harga asli buku tersebut.

Ayoarisan.com benar-benar membawa perubahan dalam hidupku. Semakin banyak klien yang mendaftar dan keuntungannya mulai terasa walaupun tidak terlalu besar, cukup untuk membayar DP rumah.

Setelah beberapa saat, aku ingin mengembangkan bisnis ke bidang lain seperti saham. Aku berusaha keras untuk mewujudkan keinginan tersebut. Akhirnya, bersama AW, aku membuka kantor sendiri untuk Forex dengan modal sekitar Rp20 juta dari keuntungan Ayoarisan.com.

Bersambung……

Baca juga part sebelumnya Part 12 : Sekapur Sirih Resep Kedua, Memberanikan Diri Menikah

Yang belum membaca part sebelumnya boleh nggih dari Part 1: Sekapur Sirih, Beban Menjadi Tantangan

Contact

Artikel Lainya